Jumlah Pulau di Indonesia

1. Berdasarkan perhitungan Pushidrosal pada tahun 1982 dengan menggunakan peta laut Indonesia dari berbagai skala yang bervariasi serta hasil survey hidros, didapatkan jumlah sebanyak 17.508. Hasil perhitungan ini telah disampaikan dalam Rapim ABRI tahun 1987 dan selanjutnya dikukuhkan oleh Menhankam Pangab melalui surat Menhankam Pangab No. B/858/M/IX/1987 tanggal 9 November 1987 menjadi hasil ketetapan Rapim ABRI tahun 1987. Selanjutnya jumlah tersebut dikukuhkan dalam UU No. 6 tahun 1996.

2. Pada Penjelasan UU no 6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia, yang ditandatangani oleh Presiden RI Soeharto disebutkan bahwa..” dalam wilayah perairan Indonesia terdapat lebih kurang 17.508 pulau yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia”.

3. Berdasarkan keputusan The International Court of Justice (ICJ) pada tanggal 17 Desember 2002 yang menyatakan bahwa Kedaulatan atas Pulau Ligitan dan Pulau Sipadan dimiliki oleh Malaysia. Disamping itu sebagai akibat dari diakuinya oleh Majelis Permusyarakatan Rakyat Republik Indonesia atas hasil pelaksanaan penentuan pendapat yang diselenggarakan di Timor Timur tanggal 30 Agustus 1999 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sesuai dengan persetujuan antara Republik Indonesia dengan Republik Portugal mengenai masalah Timor Timur, serta tidak berlakunya lagi Ketetapan Majelis Permusyarakatan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI/MPR/1978 tentang Pengukuhan Penyatuan Wilayah Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga lepasnya Provinsi Timor Timur menajdi Negara yang berdaulat yaitu Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) maka secara politis Pulau Yako dan Pulau Atauro (Pulau Kambing) masuk Negara RDTL , oleh sebab itu jumlah pulau di Republik Indonesia berkurang 4 (empat) pulau menajdi 17.504 pulau.

4. Pada tahun 2012, Kadishidros mengeluarkan Surat Edaran nomor: SE/1241/ IV/2012 tanggal 10 April 2012 tentang Data Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada Surat Edaran Tersebut disebutkan bahwa Jumlah Pulau saat ini adalah 17.499 pulau yang terdiri dari 13.466 pulau yang sudah diberi nama (berdasarkan data yang telah dibakukan oleh Tim Nasional Pembakuan Nama Rupa Bumi dari Sekretariat Tim Nasional Ditjem PUM Kemdagri yang telah melakukan survey dari tahun 2007 sampai dengan 2010. Pushidrosal merupakan salah satu anggotanya). Dan 4.033 pulau yang belum diberi nama.

5. Jumlah pulau menjadi 17.499 pulau dari sebelumnya 17.508 adalah selain 4 (empat) pulau hilang karena dampak perubahan kepemilikan akibat perkembangan politik (lepasnya P. Sipadan dan P. Ligitan juga P. Yako dan P. Atauto/Kambing), di perairan Teluk Jakarta juga diketahui ada 5 (lima) pulau yang hilang akibat abrasi yaitu Pulau P.Dapur, P. Ubi Kecil, P. Ubi Besar, P. Nirwana dan P. Ayer kecil di Kepulauan Seribu. Namun demikian sebenarnya dari hasil survey hidro-oseanografi yang dilakukan oleh Dishidros TNI AL, masih banyak di wilayah NKRI beberapa pulau yang hilang maupun muncul pulau baru akibat perubahan alam diantaranya adalah karena abrasi, tsunami maupun gempa bumi. Akan tetapi belum semuanya terdata dan terhitung.

6. Dari uraian di atas, disarankan untuk menggunakan jumlah pulau 17.504 pulau, dengan pertimbangan telah disebutkan pada UU RI dan pulau yang hilang mempunyai dasar hukum sebagai akibat keputusan politik. Untuk pulau-pulau lain yang hilang atau muncul pulau baru masih dalam proses perhitungan ulang tim nasional yang dikoordinir oleh Kemendagri (salah satu anggotanya adalah Pushidrosal). Jadi jumlah pulau saat ini adalah 17.504 pulau yang terdiri dari 16.056 pulau yang bernama dan 1.493 pulau tidak bernama. Sehingga yang dilaporkan ke PBB saat ini pada 30th session of the UNGEGN dan 11th Conference on the Standardization of Geographical Names pd tgl 7-18 agustus 2017 di New York adalah jumlah pulau yang bernama yaitu 16.056 pulau.

7. Demikian, semoga dapat dijadikan referensi.

Sumber:

Kapushidrosal (Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut)